2 Korintus 8:8-15
Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. (2Kor.8:2)
"Saya saja masih kurang, bagaimana mau membantu orang lain?" Mungkin kita pernah mendengar kalimat itu. Atau, jangan-jangan kita sendiri pernah mengucapkannya. Namun, benarkah cara berpikir seperti itu? Apakah memang kita bisa membantu hanya jika kita kaya, berlebih, atau kuat?
Jemaat di Makedonia bukan jemaat kaya. Mereka pun sedang menghadapi berbagai penderitaan karena iman kepada Yesus. Rasanya tidak mungkin mereka bisa membantu orang lain. Namun, Jemaat itu menunjukkan betapa mereka kaya dalam kemurahan. Meskipun miskin dan menderita, mereka mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Lebih dari itu, mereka melakukannya dengan sukacita,bukan dengan terpaksa. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengajak jemaat di Korintus untuk belajar dari mereka.Dibandingkan jemaat di Makedonia, jemaat Korintus jauh lebih kaya dalam segala hal. Namun, rupanya mereka masih setengah-setengah dalam membantu pelayanan orang-orang kudus. Mereka memang telah memulainya tetapi belum menyelesaikannya. Jemaat Korintus belum memberi dengan rela, bahkan tampaknya menganggap hal itu sebagai beban.
Keadaan para pengikut Kristus berbeda satu sama lain. Ada yang miskin, ada yang cukupan, dan ada yang kaya. Bagaimanapun keadaan kita, kita menerima panggilan yang sama, yaitu mengambil bagian dalam pelayanan kasih dengan rela dan sukacita!
Refleksi:
Tidak ada alasan untuk tidak mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.
Mzm.146; Ams.22:2-16; 2Kor.8:8-15