Wahyu 2:8-11
“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Why. 2:10)
">
Kasih Yang Setia
Wahyu 2:8-11
“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Why. 2:10)
Gereja di Smirna menghadapi penganiayaan dari dua pihak. Pertama, dari orang-orang Romawi yang mengagungkan kaisar sebagai tuhan. Kedua, dari orang-orang Yahudi yang tidak percaya Yesus sebagai Mesias dan menganggap Gereja sebagai komunitas yang sesat. Dua komunitas ini menekan Gereja, karena Gereja mengimani Yesus sebagai Tuhan yang dihormati, diikuti pengajaran-Nya dan dimuliakan nama-Nya, melebihi apa pun.
Melalui Yohanes, Kristus memberikan janji-Nya. Dengan memperkenalkan diri sebagai Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali, Kristus menegaskan bahwa kematian dari orang yang hidup benar dan setia menghidupi kasih bukanlah akhir.
Ini bukan berarti Kristus mengajarkan supaya Gereja cari mati. Bukan begitu! Kristus mengajarkan bahwa kesetiaan untuk tetap melakukan kasih, bahkan jika sampai harus menyerahkan nyawa sekalipun adalah tindakan yang lebih mulia ketimbang menuhankan kaisar yang bengis atau mengikuti kekerasan hati orang yang menuhankan tradisi keagamaan.
Ujian paling nyata dari kesetiaan kasih kita kepada Allah dan sesama adalah pada saat kesusahan dan penderitaan hidup melanda. Saat ujian itu datang, apakah kasih kita tetap ada dan besar? Apakah kita tetap dapat memberikan yang paling baik dari hidup kita meskipun kita mengalami penderitaan yang luar biasa? Ingatlah bahwa kasih tidak pernah gagal. Kasih selalu berujung pada kehidupan.
REFLEKSI:
Kesetiaan kasih yang ditunjukkan dengan nyata dalam berbagai kondisi, berujung pada pembaruan hidup.
Mzm. 63:2-9; Dan. 3:19-30; Why. 2:8-11