. (1Sam. 2:19)
">
Kasih Sayang Dalam Keluarga
1 Samuel 2:18-20
"Setiap tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu kepadanya, apabila ia bersama-sama suaminya pergi mempersembahkan korban sembelihan tahunan". (1Sam. 2:19)
“Ketika anak-anak menjadi dewasa, lepaskanlah mereka”, demikian sebuah nasihat diberikan. Sebagai orang tua, tentu tak mudah untuk melakukannya. Secara prinsip, kita memahaminya. Tetapi, dalam praktik? Tunggu dulu. Terkadang kita lupa bahwa anak-anak kita telah menjadi semakin dewasa, apalagi jika mereka telah kuliah, menikah, dan menjalani kehidupan yang berbeda dari kita, bukan? Kita memang tak dapat lagi mencampuri hidup anak-anak kita yang telah dewasa, agar mereka mandiri. Tetapi tentu, kasih sayang kepada anak-anak terus kita pelihara.
Hana telah menyerahkan Samuel kecil sebagai pelayan Tuhan. Sesuai doa dan janjinya kepada Tuhan, ia melepaskan Samuel dari masa kecilnya. Samuel pun bertumbuh semakin besar dalam didikan Imam Eli. Walau demikian, Hana terus mengungkapkan kasih sayangnya kepada Samuel. Hana mungkin tak dapat lagi mendidik dan mengajar Samuel setiap hari, mengajarnya untuk bermain, atau merapihkan rumah. Yang dapat dilakukannya adalah membuat jubah kecil yang diantar setiap tahun ketika Hana datang ke rumah Tuhan.
Kasih sayang orangtua kepada anak, tentu tak ada batasnya. Ketika anak-anak telah bertambah dewasa, bahkan tinggal jauh. Selalu ada cara untuk menunjukkan betapa orangtua mengasihi anak-anak mereka. Semoga akhir tahun ini menjadi akhir tahun yang menyenangkan bersama keluarga.
DOA:
Tuhan, terima kasih untuk orang tua, anak-anak, dan keluarga yang kami miliki. Amin.
1Sam. 2:18-20, 26; Mzm. 148; Kol. 3:12-17; Luk. 2:41-52