(Kej.38:26)
Kejadian 38:1-26
"Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku." (Kej.38:26)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata skandal adalah "perbuatan yang memalukan, perbuatan yang menurunkan martabat seseorang." Kata skandal tampaknya tepat untuk menggambarkan peristiwa yang terjadi dengan Tamar. Tamar adalah perempuan Kanaan yang menjadi janda tanpa anak karena kematian suaminya yang pertama maupun kedua. Kedua suaminya adalah anak Yehuda. Menurut sistem perkawinan Levirat, Yehuda seharusnya memberikan anaknya yang ketiga sebagai suami Tamar. Namun, ia tidak melakukannya. Lalu, Tamar menyamar dan merayu Yehuda. Ketika Yehuda mengetahui bahwa Tamar mengandung, ia menganggapnya sebagai hal yang memalukan. Namun, Tamar lalu membuktikan bahwa bapak dari bayinya adalah Yehuda sendiri.
Perbuatan Tamar atau lebih tepat skandal Tamar memang tidak dapat dibenarkan. Namun, ada yang menarik dalam Alkitab, nama yang sama dan menunjuk pada pribadi yang sama kembali muncul dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam silsilah Yesus Kristus (Mat.1:3). Tamar adalah nenek moyang Yesus. Hal itu menunjukkan bahwa Allah tidak ragu-ragu mempergunakan orang suci maupun orang berdosa, laki-laki terpandang maupun perempuan yang dipandang rendah, untuk berperan dalam Kerajaan Allah. Inilah yang kemudian kita pahami dengan istilah Sola Gratia, keselamatan manusia berdosa hanya karena anugerah Allah semata.
Refleksi:
Semua orang sama penting dan sama berarti di dalam kerajaan Allah.
Mzm.17:1-9; Kej.38:1-26; Kis.24:10-23