Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam." (Za. 4:6)
">
Zakharia 4:1-7
"Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam." (Za. 4:6)
Seorang anggota panitia pembangunan sebuah gereja sangat kecewa. Untuk memperoleh IMB gedung gereja, berbagai usaha sudah dilakukan, termasuk tekun berdoa. Namun, IMB belum didapat dan banyak kesulitan terjadi. Hal itu membuatnya skeptis dan pesimis untuk mempunyai sebuah bangunan gereja. Namun, suatu hari lurah setempat memberikan bantuan dan bersedia terlibat dalam proyek tersebut, bahkan siap menjaga keamanannya. Rupanya itulah jawaban Tuhan. Melalui Roh Kudus-Nya, Tuhan menggerakkan hati lurah itu untuk membantu proses pembangunan gedung gereja.
Hambatan juga dialami oleh orang Yahudi yang pulang dari pembuangan Babel dan ingin membangun kembali Yerusalem. Namun, Allah mengingatkan mereka bahwa keberhasilan tidak datang karena keperkasaan atau kekuatan manusia, tetapi karena Roh Allah. Kesediaan untuk berserah kepada Tuhan semestinya menjadi andalan. Siapakah manusia sehingga ia layak memegahkan diri? Jelas kekuatan manusia sesungguhnya terletak pada relasinya dengan Allah.
Sebagai bagian dari gereja, kita mungkin berkecil hati karena sering mengalami hambatan dalam mewartakan Injil. Namun, kita perlu ingat bahwa karya Allah tidak dikerjakan dengan keperkasaan atau kekuatan kita, melainkan dengan Roh Kudus. Kita diberi tanggung jawab untuk menyerukan nama Tuhan dengan setia dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.
Refleksi:
Mewartakan kasih Allah kepada dunia adalah tugas kita; mengubah hati manusia adalah tugas Allah.
Mzm. 145:8-14; Za. 4:1-7; Luk. 10:21-24