01 June 2019 / Renungan Harian

JIWA-JIWA YANG PENUH KASIH KARUNIA


media

JIWA-JIWA YANG PENUH KASIH KARUNIA
Yohanes 1:14-18

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1:14)

Presiden Jokowi, di depan ratusan anggota Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI, 19 Juli 2017) mengatakan, “Selama ini di panggung kita, terutama panggung politik kita, terlalu banyak didominasi oleh jiwa-jiwa yang kosong, jiwa-jiwa yang kering.” Jiwa-jiwa kosong atau kering yang dimaksud adalah orang-orang atau pemimpin yang orientasi kepemimpinannya adalah uang dan kekuasaan. Banyak pemimpin bangsa kehilangan jiwa yang mulia: etos kerja yang baik, kejujuran dan moralitas.

Yohanes bersaksi, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh.1:14). Kehadiran Yesus telah mengubah kondisi kehidupan manusia. Kehadiran Yesus Kristus yang penuh kasih karunia dan kebenaran menjadikan kita memiliki relasi yang baik dengan Allah. Kasih karunia demi kasih karunia dicurahkan pada manusia, sekaligus setiap manusia diajak untuk menyaksikan kemulian-Nya, tidak lagi berlomba mewujudkan kemuliaan diri sendiri.

Kita prihatin dengan kehidupan bangsa, juga kehidupan komunitas orang beriman (Gereja) dan keluarga yang senang menonjolkan hidup memuliakan diri sendiri. Jiwa-jiwa yang kehilangan kemuliaan hidup Kristus, pada akhirnya merusak relasi dengan Tuhan dan antarsesama. Hari ini kita diajak untuk menjadi jiwa-jiwa yang penuh kasih karunia, penuh kemuliaan-Nya di tengah sesama, sebagaimana Kristus.

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia, tunjukkanlah kami jalan hidup. Sebab hanya dalam diri-Mu, dalam Anak-Mu Yesus Kristus kami mendapatkan sukacita. Amin.

Mzm. 97; Kel. 33:18-23; Yoh. 1:14-18

Latest ARTICLE