(Kej.9:13)

">


29 November 2016 / Renungan Harian

Janji yang Tak Pernah Batal


media

Janji yang Tak Pernah Batal

Kejadian 9:1-17

"Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi." (Kej.9:13)

Ketika sebuah gelas kaca jatuh dan pecah berkeping-keping, masihkah ia dapat berguna? Di tangan seorang seniman, pecahan-pecahan kaca itu ternyata dapat dibentuk menjadi karya seni yang menarik dan bernilai tinggi. Apa yang dilakukan seniman itu dapat disebut re-creation atau penciptaan ulang. Sesuatu yang sudah rusak bahkan hancur dapat ditata kembali menjadi indah dan berharga.

Kisah re-creation atau penciptaan ulang juga dapat kita temukan dalam Kejadian 9:1-17. Allah menata ulang bumi yang telah hancur. Air bah telah menenggelamkan bumi. Kehidupan telah hancur. Saat banjir telah surut, Allah memperbarui semua keadaan. Penataan ulang tersebut juga melibatkan peran manusia yang diwakili oleh keluarga Nuh sebagai orang benar yang berkarya. Hal itu digambarkan dengan makanan yang makin bervariasi bagi manusia (ay.3), kemudian penghargaan terhadap hidup sesama manusia (ay.5-6), dan janji Allah yang kekal bahwa Ia tidak lagi akan menghancurkan bumi (ay.9-17). Bagaikan panglima perang, Allah bahkan meletakkan busur-Nya sebagai tanda perjanjian tersebut. Itu menandakan bahwa yang dikehendaki Allah adalah damai yang kekal.

Tentunya bukan kepada Nuh saja perjanjian kekal itu berlaku, melainkan juga kepada kita sebagai orang percaya. Mari kita jaga perjanjian tersebut dengan peran yang lebih baik bagi alam dan penghargaan pada hidup sesama.

 


Refleksi:

Bukan kehancuran melainkan pemulihan, itulah kehendak Allah yang seharusnya juga menjadi kehendak kita.

 

Mzm.124; Kej.9:1-17; Ibr.11:32-40

Latest ARTICLE