JANGAN TAKUT MENJADI NABI
Yehezkiel 2:8-3:11
“Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka.” (Yeh. 3:8)
Pada saat melayankan sakramen Baptisan Kudus, pendeta memberi nasihat kepada segenap umat, “Dukunglah mereka dan orangtua/wali mereka dalam pendidikan iman mereka!” Dalam liturgi Sidi, pendeta juga akan menasihati umat, “Saling merawatlah, saling memeliharalah dan saling menegurlah, supaya dalam kesatuan Jemaat karya Allah nyata.” Baik dalam sakramen Baptisan Kudus maupun liturgi Sidi, umat menjawab, “Dengan sukacita dan syukur kepada Tuhan, kami menyambut saudara-saudara untuk bersama dengan kami bersekutu serta bersaksi dan melayani bagi Kristus, karena kita satu tubuh dalam Dia.”
Ritual ini bukanlah sekadar penghias liturgi, tetapi benar-benar mencerminkan kesadaran bahwa ketika kita menerima saudara-saudara seiman, maka saat itu kita juga menyatakan kesediaan kita untuk saling menjaga satu dengan yang lain.
Namun, terkadang hal ini sulit dilakukan. Entah karena kita merasa sungkan untuk menegur saudara seiman kita, atau karena kita merasa takut, atau karena kita memang tidak peduli. Itu sebabnya Tuhan merasa perlu mengingatkan Yehezkiel dan dengan demikian mengingatkan kita semua untuk bertanggung jawab saling menjaga, “Lihat, Aku meneguhkan hatimu melawan mereka yang berkepala batu dan membajakan semangatmu melawan ketegaran hati mereka” (ay. 8). Betapa pun sulitnya, kita berkewajiban mengingatkan saudara-saudara kita.
REFLEKSI:
Kita tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab atas apa yang terjadi pada saudara-saudara kita.
Mzm. 148; Yeh. 2:8—3:11; Why. 10:1-11