JANGAN TAKUT
Yesaya 43:1-7
“Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau ….” (Yes. 43:5)
Ada seorang ibu berusia 65 tahun; ia seorang janda dengan tiga anak. Hidupnya sederhana. Ia menderita penyakit ginjal, jantung dan paru-parunya juga rusak. Akibatnya, ibu ini harus menjalani perawatan medis selama bertahun-tahun. Luar biasanya, ibu ini selalu bersyukur. Dia jarang mengeluh. Dia terlihat tidak khawatir dengan hidup dan masa depannya. Tahukah Saudara rahasianya? Ibu ini menjalani keseharian hidupnya dengan bergantung kepada Tuhan.
Perikop yang kita baca ini merupakan penguatan dari Tuhan kepada umat-Nya, yang saat itu sedang menderita karena berada di pembuangan. Dalam kondisi seperti itu, Tuhan berkata melalui Yesaya agar umat-Nya tidak takut (ay. 1 dan 5). Mengapa? Pertama, Tuhan adalah pencipta, penebus dan pembentuk Israel (ay. 1-3). Kedua, umat Israel berharga di mata Tuhan (ay. 4). Ketiga, umat Israel ada untuk kemuliaan Tuhan (ay. 7). Karena itu, dalam penderitaan yang mereka alami, Tuhan akan menyertai dan menolong mereka.
Firman Tuhan relevan sepanjang masa. Saat sedang menderita, kita cenderung berpikir Tuhan tidak menyertai atau tidak menyayangi kita. Padahal tidak demikian. Tuhan tetap menyayangi dan menyertai kita saat kita menderita. Di dalam Allah Tritunggal kita meyakini dan mengalami kasih-Nya yang sempurna. Di dalam kuasa Allah Bapa, kita diciptakan-Nya. Di dalam Yesus Kristus kita diselamatkan-Nya. Di dalam penyertaan Roh Kudus kita senantiasa disertai-Nya.
DOA:
Ya Tuhan, tolonglah kami agar peka merasakan kasih-Mu saat menderita. Amin.
Mzm. 126; Yes. 43:1-7; Flp. 2:19-24