JANGAN BERDALIH
Roma 2:12-16
Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. (Rm. 2:13)
Ada kata-kata lelucon yang berbunyi, “Peraturan dibuat untuk dilanggar.” Lelucon ini tentu sifatnya satire. Ada banyak orang mengetahui yang benar, tetapi mengabaikan untuk mematuhinya. Jika kemudian ‘tertangkap basah’ dan diperhadapkan dengan aturan hukum, segera mereka mengumpulkan beragam dalih untuk lepas dari jerat hukuman. Sungguh menyedihkan.
Paulus mengajak Gereja Roma bukan saja mendengar yang dipandang baik, tetapi juga melakukan kebaikan. Setiap komunitas mempunyai aturan hukum yang harus dihormati. Setiap hukum hidup itu bertujuan untuk mengarahkan orang menjauhi kejahatan dan melakukan yang baik. Ada anggapan di Gereja Roma bahwa jika mereka tidak mengetahui hukum Taurat, maka mereka tidak mendapat penghakiman seperti orang-orang yang mengetahui Taurat. Berhadapan dengan gagasan ini, Paulus menegaskan bahwa setiap orang dihakimi berdasarkan ‘hukum’ yang ada di dalam hatinya. Maksudnya tentu bukan ‘hukum’ yang liar, tetapi pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat yang ada dalam diri setiap manusia. Jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak melakukan kebaikan yang telah mereka ketahui.
Mematuhi peraturan, hukum, bahkan kehendak Allah membutuhkan ketegasan dan kedisiplinan. C.S. Lewis pernah mengatakan, “Integritas adalah melakukan apa yang benar, walaupun tidak ada yang melihat.”
REFLEKSI:
Taatlah terhadap peraturan yang dibuat demi kebaikan bersama.
Mzm. 39; Yeh. 17:1-10; Rm. 2:12-16