Lukas 5:12-16
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu... (Luk.5:13)
Di Perjanjian Lama, "penyakit kusta" yang dimaksud bukanlah penyakit kusta seperti yang kita kenal (penyakit Hansen). Sedangkan di Perjanjian Baru, "Penyakit kusta" yang dimaksud adalah berbagai penyakit kulit, termasuk penyakit Hansen. Masyarakat Yahudi pada zaman Yesus memandang penyakit kusta sebagai kutukan atau hukuman Tuhan. Mereka dianggap najis sehingga mereka dikucilkan dari tengah masyarakat. Menderita penyakit kusta berarti menderita secara jasmani, sosial, dan spiritual.
Kitab Imamat 13-14 memuat perincian peraturan mengenai penyakit kulit. Selain dilarang bergaul dengan orang sehat, dengan alasan kenajisan, penderita kusta juga dilarang beribadah dan mendekati kekudusan Tuhan. Kondisi itu membuat hubungan penderita kusta dengan manusia lain, bahkan dengan Tuhannya terputus. Namun, dalam konteks masyarakat yang seperti itu, Yesus justru mendekat dan menjamah si kusta. Yesus tidak menjaga jarak dengan orang kusta itu.
Tuhan Yesus mau mengulurkan tangan dan menjamah orang berdosa atau orang yang dalam kesulitan. Ia tidak menghakimi dan mengkucilkan mereka. Jamahan Tuhan dalam karya pemulihan-Nya sampai hari ini masih dibutuhkan. Jika kita bersedia, kita dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan melalui kehadiran kita bagi mereka yang sakit, yang terhilang, atau bagi mereka yang menderita karena disisihkan dan diabaikan oleh orang yang seharusnya mengasihi mereka.
Doa:
Tuhan, jadikan kami tangan-Mu yang terulur bagi mereka yang membutuhkan Engkau. Amin.
Mzm.111; Bil.12:1-15; Luk.5:12-16