Galatia 5:2-15
Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Gal. 5:6)
Iman adalah anugerah. Orang yang menghayati imannya sebagai anugerah tidak mungkin berkata "Aku lebih beriman daripada kamu". Jika orang berkata begitu, bisa dipastikan ia belum mendapat pengertian. Ia belum mengerti bahwa iman adalah kasih karunia Allah semata.
Kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus menegaskan kembali makna iman. Orang yang beriman kepada Kristus adalah orang yang berada dalam kawasan kasih karunia. Karena tinggal dalam kawasan demikian, maka orang beriman wajib mengembangkan hidup dalam kasih. Artinya, hidup beriman tidak mengenal kemandekan. Beriman mengandaikan pengertian akan kasih Allah yang makin mendalam. Dengan pemahaman itu, Rasul Paulus bisa mengatasi masalah perihal bersunat atau tidak bersunat.
Sunat adalah tradisi Yahudi yang penting sebab ia memberi identitas orang Yahudi. Nah, orang yang beriman kepada Kristus telah memiliki identitas baru. Bukan Yahudinya lagi yang penting, melainkan Kristen atau sebagai pengikut Kristus yang terutama. Pengikut Kristus mempercayai salib sebagai sumber identitasnya. Salib Kristus adalah tanda karya kasih Allah yang melampaui batas-batas suku, agama, ras, dan antargolongan. Maka, bagi orang yang ada di dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti lagi.
DOA:
Tuhan, kami bersyukur karena iman yang bekerja oleh kasih lebih utama daripada hal bersunat atau tidak bersunat. Amin.
Mzm. 147:1-11, 20c; Ams. 12:10-21; Gal. 5:2-15