(Mat.11:3)
">
Matius 11:2-11
"Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" (Mat.11:3)
Yohanes Pembaptis di penjara. Sosok yang pernah begitu menggetarkan padang gurun Yudea itu tak lagi bisa bertemu dan menegur orang. Dinding-dinding penjara telah membatasi gerak dan suaranya. Herodes menjebloskan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara karena jengah akan kritiknya. Yohanes berani menegur Herodes karena ia mengambil istri saudaranya sendiri. Herodes adalah pemimpin. Jika kesalahan pemimpin dibiarkan, ia akan kehilangan wibawa sebagai pemimpin. Jika pemimpin kehilangan wibawa, apa lagi modalnya selaku pemimpin?
Di penjara itu, Yohanes Pembaptis mendengar tentang karya Yesus. Yesus orang Nazaret yang pernah dibaptisnya itu telah melakukan serangkaian mukjizat. Yohanes mengutus murid-murid-Nya untuk bertanya, "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?" Tidak mudah memahami pertanyaan Yohanes. Bukankah Yohanes pernah berkata kepada orang banyak tentang Yesus: "Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya" (Yoh.1:27). Mungkin penjara telah membuat iman Yohanes goyah. Kesulitan hidup kadang membuat orang menjadi ragu-ragu dan kecewa.
Dengan lugas, Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Mesias dan berpesan, "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku" (ay.6). Dengan perkataan itu, Yesus ingin menguatkan iman Yohanes.
Doa:
Tuhan, kuatkanlah iman kami. Amin.
Yes.35:1-10; Mzm.146:5-10/Luk.1:46b-55; Yak.5:7-10; Mat.11:2-11