Roma 6:12-23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm. 6:23)
Suatu kali saya dan diaken gereja kami berkunjung ke salah satu rumah warga jemaat yang sudah menjadi janda. Keadaannya memprihatinkan dan butuh bantuan. Siang itu rumahnya diketuk berulang kali, tetapi tidak ada jawaban. Sampai akhirnya kami pulang. Pada hari Minggu, kami bertemu dengan janda itu di gereja dan bertanya, "Mengapa pada saat kami berkunjung, Ibu tidak membukakan pintu?" Ibu itu bertanya, "Kapan dan pukul berapa Bapak datang?" "Dua hari lalu. Sekitar pukul dua belas siang." Lalu Ibu itu berkata, "Oh, saya tahu, tetapi saya tidak berani membuka pintu sebab saya kira yang datang orang yang mau menagih utang."
Anugerah adalah tawaran kebaikan Allah kepada manusia. Allah menawarkan karunia keselamatan dengan cuma-cuma kepada semua manusia. Allah merindukan persekutuan dengan manusia, yang diciptakan menurut peta dan teladan-Nya. Jika Allah berkenan menyatakan keberadaan-Nya kepada manusia berdosa, kita yakin bahwa Allah pasti mengampuni segala dosa dan kesalahan manusia. Allah mau datang kepada manusia untuk memberi hadiah keselamatan. Kepada Jemaat Roma, Rasul Paulus menyaksikan kasih karunia Allah itu: "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Rm. 6:23).
Kita tidak perlu menyembunyikan diri dari hadapan Allah. Ia datang bukan untuk menagih utang melainkan untuk menawarkan hadiah keselamatan bagi kita.
Refleksi:
Anugerah keselamatan adalah hadiah kebaikan Allah
Yer. 28:5-9; Mzm. 89:2-5, 16-19; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42