14 July 2019 / Renungan Harian

HOSPITALITAS


media

HOSPITALITAS
Lukas 10:25-37

“Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.” (Luk. 10:35)

Hospitalitas atau keramahtamahan adalah bagian dari nilai penting dalam tradisi kristiani. Menyambut dan menjamu tamu, kendati tamu itu tidak kita kenal atau orang asing, merupakan manifestasi dari kasih. Dalam praktik itu kita tidak hanya memberi sesuatu, tetapi kita sekaligus mendapatkan kesempatan untuk berbagi.

Dalam kisah yang diceritakan oleh Lukas, kita sudah terbiasa dengan sosok orang Samaria yang murah hati. Kendati dianggap “kafir” oleh orang Israel, namun justru orang Samarialah yang menolong orang Israel yang dirampok dan dilukai oleh penjahat. Namun, tidak kalah penting dari orang Samaria, ialah pemilik penginapan yang dimintai tolong untuk merawat orang Israel yang terluka itu. Ia juga memiliki jiwa keramahtamahan yang sangat terpuji. Ia mau merawat sosok yang terluka itu dengan “bayaran” yang seadanya. Pemilik penginapan ini tidak melihat berapa uang yang diberikan, tetapi ia menaruh kasih kepada korban yang terluka, sehingga ia pun merawatnya. Karena kasihnya itu, penginapan itu menjadi rumah perawatan.

Pemilik penginapan itu telah menghidupi nilai keramahtamahan atau hospitalitas. Ia mempraktikan kasih bukan berdasarkan materi atau SARA, tetapi berdasarkan kemanusiaan. Inilah posisi yang penting. Karena itu, pertanyaan yang patut diajukan bukan siapakah sesamaku manusia, melainkan sudahkah kita menjadi sesama bagi yang lain? Sudah semestinya kita belajar dari orang Samaria maupun pemilik penginapan.

REFLEKSI:

Rasa takut kepada orang asing telah membuat banyak pintu ditutup. Kiranya kasih dan keramahtamahan akan membukanya kembali.

Ul. 30:9-14; Mzm. 25:1-10; Kol. 1:1-14; Luk. 10:25-37

Latest ARTICLE