22 April 2019 / Renungan Harian

HIDUP MENCERITAKAN PERBUATAN TUHAN


media

HIDUP MENCERITAKAN PERBUATAN TUHAN
Mazmur 118:1-2;14-24

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. (Mzm. 118:17)

Dalam sebuah khotbah, seorang Pendeta menyampaikan sebuah teguran yang baik untuk direnungkan, ”Kita bersemangat menceritakan tempat wisata yang bagus, makanan yang enak, barang branded yang keren, pemandangan alam yang indah, tetapi mengapa kita tidak melakukan hal yang sama untuk Yesus Tuhan kita? Mengapa kita tidak menceritakan perbuatan-Nya yang ajaib dan kasih setia-Nya yang sempurna kepada sesama?”

Pendeta tersebut benar. Orang yang mengalami perjumpaan dengan Kristus yang kasih setia-Nya sempurna, mestinya termotivasi untuk menyaksikan Kristus kepada sesama. Ini yang disaksikan oleh pemazmur. Ia mengalami penolakan hebat, tetapi Tuhan menolongnya (ay. 13). Ia tidak mati (ay. 17, 18) karena penolakan hebat itu, semata-mata karena tangan Tuhan. Itulah sebabnya ia rindu menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN (ay. 17). Ia mau bersyukur kepada TUHAN, yang telah menjadi keselamatannya (ay. 21).

Tiap kita memiliki pengalaman hidup yang berbeda-beda. Tiap kita juga pasti mengalami kasih setia Tuhan yang indah dan sempurna. Ia senantiasa hadir memberkati hidup kita, sebab Ia adalah Allah yang bangkit dan selalu menyertai kita. Karena itu, sangat patut jika kita hidup seperti pemazmur, yakni mengucap syukur kepada TUHAN dan menceritakan segala perbuatan-Nya yang perkasa kepada sesama.

DOA:

Ya Tuhan, tolong kami agar mampu menceritakan perbuatan-Mu kepada sesama. Amin.

Mzm. 118:1-2, 14-24; Yos. 10:16-27; 1Kor. 5:6b-8

Latest ARTICLE