Yesaya 60:1-6
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. (Yes.60:1)
Bisa jadi sampai hari ini pohon Natal yang kita pajang belum dimasukkan kembali ke dalam gudang. Mari kita lihat lagi sejenak. Kita menyebut pohon itu sebagai "pohon terang". Pohon itu dihiasi lampu kelap-kelip nan indah. Ada banyak ornamen disematkan di pohon itu dan tak lupa di pucuknya disematkan bintang. Bintang itu mengingatkan kita pada bintang Betlehem yang menuntun orang Majus berjumpa dengan Mesias, Sang Terang yang sesungguhnya. Mereka mempersembahkan mas, kemenyan, dan mur. Natal identik dengan kehadiran Sang Terang Dunia.
Kitab Yesaya juga berbicara tentang terang. Umat Tuhan yang sedang terpuruk karena dosa dan baru kembali ke Yerusalem diajak untuk bangkit. "Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu" (Yes.60:1). Perjalanan hidup Israel bagaikan cerminan perjalanan hidup kita. Dosa dan kejahatan adalah hidup dalam kegelapan yang menuntun kepada maut. Ketiadaan Tuhan dalam hidup kita sama seperti hilangnya terang, sama sekali tidak ada keindahan dan kedamaian.
Kelahiran Sang Terang mengajak kita meninggalkan kegelapan sebab terang tidak dapat bersatu dengan gelap. Menerima Sang Terang berarti bersedia menanggalkan kehidupan lama yang penuh dosa dan kini menjadikan Sang Mesias pandu dalam kehidupan kita. Pada gilirannya manusia yang menerima Terang akan memancarkan terang itu.
Refleksi:
Hidup dalam Terang berarti bersedia meninggalkan kegelapan.
Yes.60:1-6; Mzm.72:1-7, 10-14; Ef.3:1-12; Mat.2:1-12