14 November 2016 / Renungan Harian

Hidup Baru


media

Hidup Baru

Efesus 4:25 - 5:2

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. (Ef.4:30)

Pak Bani sudah berpakaian rapi dan hendak berangkat ke gereja. Ia keluar dari rumah dan tiba-tiba "teplok" - tahi burung jatuh mengenai bajunya. Baju yang semula bersih jadi tampak kotor. Apa yang dilakukan pak Bani? Tetap berangkat ke gereja atau masuk kembali ke dalam rumah untuk mengganti baju? Ia masuk lagi ke dalam rumah untuk mengganti bajunya karena ia mau tampil bersih.

Kesadaran untuk tampil bersih dimiliki oleh manusia pada umumnya. Begitu pula, kesadaran untuk hidup bersih seharusnya dimiliki oleh anak-anak Tuhan karena mereka adalah manusia baru. Bagaimana kehidupan yang bersih itu harus dimulai? Pertama, belajar mengendalikan aspek-aspek kehidupan agar hidup menjadi lebih baik dengan cara mengendalikan hati, mengendalikan emosi, mengendalikan tindakan, dan mengendalikan perkataan (ay.25-29). Kedua, menanggalkan hal yang mengotori kehidupan kita, misalnya: kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah (ay.31). Ketiga, mengikuti teladan Tuhan Yesus dengan ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni (ay.32).

Kesadaran untuk hidup dengan cara baru yang lebih baik dan bersih haruslah merupakan kerinduan kita sebagai manusia baru. Kita adalah manusia yang semula kotor, tetapi oleh pengurbanan Tuhan menjadi manusia yang dapat hidup dalam kemungkinan dan keadaan yang baru.

 


Refleksi:

Kesadaran untuk hidup baru seharusnya ada dalam diri orang percaya.

 

Mzm.141; Yeh.11:14-25; Ef.4:25 - 5:2

Latest ARTICLE