HAWA NAFSU ATAU KEHENDAK ALLAH
Efesus 4:17-24
... dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Ef. 4:24)
Apa perbedaan orang yang baru belajar naik sepeda dengan orang yang sudah mahir naik sepeda? Orang yang baru belajar naik sepeda adalah orang yang dikuasai atau dikendalikan oleh sepedanya. Sedangkan orang yang mahir adalah orang yang menguasai sepedanya. Hidup dapat diibaratkan seperti orang naik sepeda; kita dikuasai oleh hawa nafsu atau menguasai hawa nafsu.
Menanggalkan dan mengenakan menjadi kata penting yang dipakai Paulus dalam bagian ini. Artinya sesuatu yang disengaja dan disadari untuk ditanggalkan dan dikenakan, bukan keadaan yang otomatis. Paulus berkata kita mesti dengan sadar menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru. Perbedaan manusia lama dengan manusia baru terletak dalam kehidupan yang dihasilkan. Manusia lama hanya menuruti hawa nafsunya, tetapi manusia baru menuruti kehendak Allah. Rasul Paulus menyebut manusia lama yang dikuasai oleh hawa nafsu mengerjakan keserakahan (Yunani, pleoneksia: tamak, hal yang dipaksakan) dalam segala kecemaran (ay.19). Hawa nafsu tidak mungkin dihilangkan, tetapi mungkin untuk dikuasai dalam pembaharuan roh dan pikiran (ay. 23).
Hidup ini mesti disadari bukan dibiarkan untuk mengikuti semua keinginan dan hawa nafsu diri dengan segala keserakahannya. Hidup dalam Yesus Kristus adalah hidup yang bertanggung jawab dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari pikiran, perasaan dan tindakan.
DOA:
Tuhan Yesus selidikilah hatiku, apakah saya sungguh mencintai-Mu. Amin.
Mzm. 49:2-13; Ams. 24:1-12; Ef. 4:17-24