1 Samuel 2:1-10
“Hatiku bersukaria karena TUHAN…” (1Sam.2:1)
Namanya Hana. Artinya anugerah. Namun, ia sendiri tak merasa sebagai orang yang dianugerahi, khususnya dalam hal keturunan. Meski Elkana, suaminya, begitu mengasihinya, Hana merasa masih ada yang kurang. Belum lagi, keberadaan Penina madunya yang sering menyakiti hatinya. Penderitaan tanpa anak itulah yang mendorong Hana mencurahkan segenap isi hatinya kepada Allah. Begitu serius Hana berdoa sehingga Eli mengira ia sedang mabuk. Hana percaya bahwa Allah mendengarkan doanya. Allah bukanlah Allah yang cuek, tetapi Ia sungguh peduli terhadap pergumulan umat-Nya.
Allah mengabulkan doa Hana: ia melahirkan Samuel, artinya: aku telah memintanya dari Tuhan. Nama anak itu menyiratkan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah. Manusia tinggal meminta. Memang, semuanya tergantung kepada Allah, apakah Dia hendak memberi atau tidak. Masalahnya, apakah manusia mau meminta? Meminta berarti mengakui bahwa Allahlah sumber segala sesuatu.
Mudah dipahami mengapa Hana dalam doa syukurnya mengatakan: “Hatiku bersukaria karena TUHAN” (ay.1). Allahlah yang menjadi sumber kegembiraannya. Allahlah yang akhirnya membuat namanya tidak lagi menjadi bahan ejekan karena ia sungguh-sungguh merasakan anugerah-Nya. Karena itulah, Hana sendiri yang menyerahkan Samuel kepada Allah. Samuel berasal dari Allah; karena itu, harus dipersembahkan kepada Allah.
Doa:
Tuhan, mampukan kami untuk terus bersukaria di dalam-Mu. Amin.
1Sam.2:1-10; Kej.17:15-22; Gal.4:8-20