TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut." (Ul. 13:4)
">
Ulangan 13:1-5
"TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut." (Ul. 13:4)
Jauh sebelum jemaat Pergamus diperingatkan oleh Tuhan agar setia dan tidak kompromi, Tuhan melalui Musa telah mengingatkan umat-Nya agar mampu bersikap tegas terhadap bujukan ajaran untuk mengikuti allah lain. Pada zaman itu Israel sangat dekat terhubung dengan Kanaan. Ritual agama Kanaan itu begitu memesona orang Israel.
Bahkan, ada orang yang mengaku nabi atau pemimpin Israel yang tampil begitu memesona dengan menghadirkan mukjijat spektakuler. Lalu, ketika umat itu mulai tertarik, sang nabi palsu itu mengajak umat untuk beribadah kepada allah lain (ay. 2). Musa lalu mengingatkan mereka, "TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut" (ay. 4).
Buju rayu dan kemampuan seseorang menghadirkan hal-hal spektakuler sangat memungkinkan kita tertarik dan menjauh dari Tuhan. Padahal, konsekuensi memisahkan diri dari Tuhan sangat fatal. Kita akan kehilangan kasih karunia-Nya. Saat ini mungkin tanpa sadar kita mulai terpikat dan menjauh dari Tuhan. Ada baiknya kita merenungkan ajakan Musa itu, apakah yang akan kita ikuti adalah ajaran dan suara-Nya? Bagaimana kita tahu? Uji dan pelajari melalui pendalaman firman-Nya. Lalu, belajar taat beribadah kepada-Nya.
Refleksi:
Penggoda selalu berusaha membuat kita tertarik, lalu menjauhkan kita dari Tuhan.
Mzm. 111; Ul. 13:1-5; Mat. 8:28 - 9:1