Mazmur 62
Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mzm.62:2)
Kita membutuhkan ketenangan, apalagi pada saat-saat tertentu dalam kehidupan kita. Misalnya, saat menghadapi ujian. Sekolah-sekolah pasti memasang tulisan berisi imbauan untuk menjaga ketenangan selama ujian. Begitu pula saat kita sakit, kita perlu ketenangan untuk bisa beristirahat. Karena itu, di setiap rumah sakit selalu terdapat imbauan untuk menjaga ketenangan.
Ketenangan dibutuhkan agar kita dapat melakukan sesuatu dengan baik. Ketenangan yang dimaksud bukan secara lahiriah saja. Ketenangan berarti juga perasaan damai, aman, tenteram, dan ayem (bahasa jawa) seperti perasaan seorang bayi yang merasa tenang dan nyaman dalam dekapan ibunya. Ketenangan itu bersumber dari sesuatu yang kita yakini dapat menjamin keselamatan kita. Dalam hidup ini, siapakah yang dapat menjamin keselamatan kita selain Tuhan saja? Itulah yang dihayati dan diimani Pemazmur dalam hidupnya. Karena itu, Pemazmur senantiasa memercayakan hidupnya kepada Tuhan.
Apakah yang menjadi sumber ketenangan kita? Apakah kita merasa tenteram hanya bila mempunyai cukup uang? Atau, kita merasa damai bila sedang sehat saja? Uang dan kesehatan bukanlah jaminan. Faktanya, banyak orang kaya dan sehat tetap merasa galau dalam hidupnya. Ketenangan dan kedamaian hanya bersumber pada Tuhan. Dari Tuhanlah, keselamatan dan pengharapan kita.
Refleksi:
Hidup kita terjamin dalam tangan Sang Empunya hidup.
Mzm.62; Am.6:8-14; Why.3:14-22