(Luk.12:43)
">
Hamba Yang Setia
Lukas 12:41-48
"Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang." (Luk.12:43)
Kata orang, mempertahankan lebih sulit daripada mencapai sesuatu. Seseorang yang berharap menjadi juara kelas akan berupaya keras supaya bisa mencapainya. Namun, ketika sudah menjadi juara kelas, ia akan lebih mudah terlena dan merasa aman sehingga tidak lagi berupaya keras. Akibatnya, nilainya tidak meningkat, sementara nilai temannya terus meningkat, sehingga ia tidak lagi menjadi juara kelas.
Mendapatkan posisi sebagai hamba Tuhan itu relatif mudah. Seseorang "hanya" perlu mengenal Tuhan, lalu bertobat, dan menyatakan diri percaya serta tunduk kepada-Nya. Namun, bagaimana dengan mempertahankan diri tetap setia sebagai hamba-Nya? Hal itu akan menjadi hal yang lebih sulit. Seorang hamba sekalipun bisa merasa angkuh sehingga tidak lagi tunduk kepada tuannya. Seorang hamba bahkan bisa merasa diri sendiri sebagai tuan ketika Sang Tuan tidak selalu tampak bersama-sama dengannya. Menjadi hamba yang setia bukanlah hal mudah.
Sebagai orang Kristen, godaan untuk menjadi tidak setia sangat besar. "Tidak setia" mungkin bukan dengan beralih dari iman Kristen, melainkan dengan bertindak sebagai tuan. Seperti hamba dalam kisah Lukas, orang Kristen bisa menjadi tuan dan hakim terhadap semua orang. Karena itu, mari beriman dengan setia sehingga kita tidak jatuh ke dalam kesombongan dan mengambil alih posisi tuan kita.
Doa:
Tuhan, ajarlah kami untuk selalu setia dan berbahagia dalam kesetiaan itu. Amin
Mzm.89:2-19; Yer.33:14-26; Luk.12:41-48