Yesaya 53:1-12
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya... (Yes.53:4)
Mari kita telusuri apa yang dibaca oleh sida-sida dari Etiopia itu. Bagian Kitab Yesaya yang dibacanya itu berbicara tentang "Hamba Tuhan yang menderita" (Yes.52:13--53:12). Sang Hamba harus mengalami begitu banyak penderitaan, bahkan harus mati dengan cara yang mengenaskan. Penderitaan itu bukan karena dosa-dosanya, melainkan karena ia sedang menanggung penyakit dan memikul kesengsaraan kita (Yes.53:4). Singkatnya, ia menderita untuk menebus dosa manusia. Seperti domba yang dibawa ke tempat pembantaian, ia menjadi kurban penebusan.
Pertanyaannya: mengapa ia yang tidak berdosa harus menjadi kurban? Sulit dipahami dan rasanya tidak adil! Namun, kita dapat memahaminya jika kita mengerti betapa pentingnya kurban bagi penebusan dosa itu dalam tradisi perjanjian lama. Dalam tradisi itu, hewan kurban mewakili orang yang melakukan dosa. Allah memberi perintah kepada Musa supaya Imam Harun mengadakan pendamaian dengan cara menyembelih hewan kurban, lalu darahnya diambil untuk penghapusan dosa (Kel.30:10; Im.16:15-17).
Apa yang terjadi dalam Perjanjian Lama adalah gambaran samar yang menjadi jelas ketika Yesus menggenapinya sebagai Anak Domba Allah yang harus menanggung dosa dunia. Ia menderita dan mati sebagaiamana "Hamba yang menderita" itu agar kita selamat dan memperoleh hidup kekal. Kini, bagaimana kita merespon kasih Allah itu?
Refleksi:
Kristus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Mzm.40:7-18; Yes.53:1-12; Ibr.10:1-4