(Mat.7:5)

">


18 February 2017 / Renungan Harian

Hakim yang Munafik


media

Hakim yang Munafik

Matius 7:1-5

"Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Mat.7:5)

Seorang dokter terburu-buru pergi ke rumah sakit karena menerima panggilan darurat. Sesampai di rumah sakit, ia langsung didamprat oleh ayah anak itu karena ia dianggap terlalu lama datang. Sambil tersenyum, dokter itu memohon maaf. Operasi berjalan lancar dan berhasil. Dokter itu langsung bergegas meninggalkan rumah sakit. Kepada ayah anak itu, dokter mempersilahkan untuk menghubungi kepala perawat jika ada yang ingin ditanyakan. Ayah anak itu kembali marah sebab menganggap dokter itu sangat sombong. Ia segera menemui kepala perawat. Kepala perawat menjelaskan dengan berlinang air mata bahwa dokter itu sedang berada di pemakaman tatkala menerima panggilan. Anaknya meninggal, sekarang ia segera kembali ke pemakaman.

Salah satu kebiasaan buruk manusia adalah mudah menghakimi orang lain. Celakanya, manusia yang suka menghakimi orang lain itu adalah manusia munafik. Mereka hanya melihat dan mencari-cari kesalahan orang lain tanpa bersedia melihat diri sendiri yang juga adalah orang berdosa. Orang munafik menjadi sombong sebab ia adalah orang berdosa yang tidak merasa berdosa.

Penghakiman adalah bahasa di pengadilan. Tuhan Yesus mengajarkan agar dalam relasi sosial, para pengikut-Nya menggunakan pola keramahtamahan. Dalam pola keramahtamahan itu, bahasa yang digunakan adalah kerendahan hati.

 


Doa:

Tuhan Yesus, tolonglah kami agar kami tidak mudah menghakimi orang lain. Amin

 

Mzm.119:33-40; Im.24:10-23; Mat.7:1-12

Latest ARTICLE