25 July 2019 / Renungan Harian

HAKAL-DAMA


media

HAKAL-DAMA
Kisah Para Rasul 1:15-20

Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri “Hakal-Dama”, artinya Tanah Darah. (Kis. 1:19)

“Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya,” demikian dikatakan Paulus kepada jemaat di Galatia. Artinya, akibat yang diterima dan dirasakan oleh seseorang tidak lain adalah hasil dari suatu sebab yang diperbuatnya. Ini bukan karma, tetapi hasil dari perbuatan sendiri; namanya hukum tabur tuai.

Kisah Para Rasul yang kita baca menampilkan sosok yang sudah lazim, dan biasanya kepadanya diberikan citra yang buruk, yakni Yudas Iskariot. Tergambar di sini bahwa ia mati secara mengenaskan di tanah yang disebut orang Hakal-Dama, Tanah Darah. Disebut demikian, sebab di situ darahnya tertumpah dan isi perutnya terburai. Tanah itu dibeli dari hasil Yudas menjual Yesus. Ketidaksetiaan dan pengkhianatannya berujung sedih, bahkan mengerikan. Hal ini memberikan peringatan bahwa uang, ketamakan, dan ketidaksetiaan dapat membuat orang menjual Kristus dan ajaran-ajaran-Nya. Menjual Kristus dan ajaran-ajaran-Nya adalah tragedi terbesar. Hakal-Dama adalah analogi bagi pengkhianatan yang menjadi tragedi itu.

Dalam kehidupan saat ini, ada banyak pengkhianatan dan tragedi, dan hal tersebut menyebabkan banyak duka dan air mata yang harus dituai. Ini bukan kutukan Tuhan, melainkan hasil dari perbuatan sendiri; namanya hukum tabur tuai. Hakal-Dama menjadi peringatan keras bagi kita untuk belajar melepaskan ketamakan dan ketidaksetiaan dari jiwa. Tidak ada hasil yang manis dari perbuatan tamak dan tidak setia.

REFLEKSI:

Berbagai tragedi yang disebabkan oleh ketamakan manusia mengajarkan kita untuk hidup bijaksana, adil, dan beribadah.

Mzm. 138; Est. 2:19—3:6; Kis. 1:15-20

Latest ARTICLE