(Kel.23:1)

">


15 September 2016 / Renungan Harian

Gosip (Digosok Makin Sip)


media

Gosip: Digosok Makin Sip

Keluaran 23:1-9

"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong..." (Kel.23:1)

"Mulutmu harimaumu." Bila tidak dikendalikan, mulut bisa menjadi sesuatu yang membahayakan dan merugikan diri sendiri. Tuhan memberi kita mulut untuk memuliakan-Nya. Tuhan menghendaki agar manusia menggunakan mulut untuk mengatakan kebenaran. Tuhan memerintahkan: "Jangan engkau menyebarkan kabar bohong..."

Sejak zaman dahulu, manusia cenderung kurang berhati-hati dalam menggunakan mulutnya. Mulut digunakan untuk mengatakan dusta. Kebohongan itu disebarkan dengan cepat dari mulut ke mulut. Alhasil, dampaknya bisa merugikan orang lain dan diri sendiri. Kabar bohong bisa merusak hubungan baik antar sesama manusia. Kabar bohong bisa menghancurkan sebuah rumah tangga, bahkan sebuah bangsa.

Dunia kita memang tidak bersih dari kebohongan. Namun, Tuhan menghendaki agar kita tidak ambil bagian dalam kebohongan itu. Menyebarkan kabar bohong itu bisa terjadi dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Mungkin seseorang memang memiliki niat jahat dan sengaja menciptakan dan menyebarkan kebohongan. Atau, sebetulnya tidak ada niat buruk, hanya kurang berhati-hati. Ketika seseorang mendengar sesuatu yang belum jelas kebenarannya, ia langsung memberitakannya kepada orang lain. Karena itu, kita harus selalu waspada. Menjaga hati dan menggunakan mulut kita dengan benar. Biarlah mulut kita senantiasa menyebarkan kabar sukacita tentang kasih Tuhan. Bukan sebaliknya.

 


Refleksi:

Kita perlu berhati-hati agar tidak ikut menyebarkan kabar bohong.

 

Mzm.113; Kel.23:1-9; Rm.3:1-8

Latest ARTICLE