05 August 2019 / Renungan Harian

DENGAN HATI


media

DENGAN HATI
Kolose 3:18 — 4:1

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol. 3:23)

Saya yakin, tidak ada orang tua yang akan merinci pengeluarannya untuk anaknya, sejak anaknya di dalam kandungan, lahir, dibesarkan, sekolah, dan menikah. Jika ada, bisa jadi orangtua itu mengalami gangguan jiwa. Orangtua kita baik bukan hanya karena materi yang diberikan. Orangtua kita baik, terutama karena hatinya mencintai kita yang adalah anaknya.

Rasul Paulus menulis tentang nilai relasi yang tidak boleh berhenti demi kesenangan diri sendiri, tetapi mesti sampai kepada hal yang menyenangkan Allah. Dalam seluruh relasi kita mesti menyadari kita sedang melakukannya untuk Allah. Kita perlu melakukan segala sesuatu dalam ketaatan kepada Tuhan, dan dengan segenap hati, bukan karena takut kepada manusia (ay. 23). Hidup baik dalam relasi dengan orang lain, mesti dijalani dengan kasih yang tulus dan sepenuh hati, seperti untuk Tuhan; dimulai dari keluarga kita, juga orang-orang yang bekerja pada kita. Kita mesti menyadari bahwa kita pun adalah seorang hamba di hadapan Tuhan Yesus (Kol. 4:1).

Henry Blackaby mengatakan, “Banyak orang Kristen di dalam gereja, tetapi tidak di dalam Kristus.” Ini mengingatkan kita bahwa kekristenan bukan sekadar soal ibadah di gereja, tetapi seluruh hidup kita dari waktu ke waktu yang berelasi dengan semua orang di dalam keluarga dan sekeliling kita. Jadilah orang yang sungguh baik di hadapan Allah, maka hidupmu akan sungguh baik bagi sesama.

DOA:

Tuhan Yesus penuhi hatiku dengan cinta-Mu, supaya saya bisa mencintai orang lain seperti mencintai-Mu. Amin.

Mzm. 127; Pkh. 2:1-17; Kol. 3:18—4:1

Latest ARTICLE