DARI HATI MELUAP KE MULUT
Lukas 6:43-45
“Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Luk. 6:45)
Seorang pejabat baru saja dilantik. Dalam pidato perdananya, ia mengucapkan satu kata yang langsung menimbulkan tanggapan khalayak, sebab kata itu mengarah pada pola pikir diskriminatif dan usang yang sudah lama ditinggalkan oleh negara itu. Bahkan, ada undang-undang yang melarang penggunaan kata itu. Sungguh sangat disayangkan, pejabat baru itu tidak cermat dalam memilah dan memilih kata-kata.
Yesus mengingatkan bahwa yang terucap melalui kata-kata secara tidak langsung dapat mengungkapkan hal yang kita yakini, nilai-nilai utama dalam hidup dan motivasi-motivasi kita yang terselubung. Dengan peringatan ini, Yesus mengajar banyak orang bukan saja untuk mengemas kata-kata yang baik, tetapi juga mengelola sumber mengalirnya kata-kata, yaitu pikiran dan hati yang baik. Lalu bagaimana mengelola pikiran dan hati? Dengan terhubung pada sumber kehidupan yang baik, yaitu Allah sendiri.
Keseleo lidah, kata-kata spontan yang menjelekkan orang lain, cibiran, lelucon yang vulgar adalah sebagian dari banyak bukti kegagalan kita dalam mengucapkan kata-kata yang baik. Untuk menghindari masalah-masalah itu, dibutuhkan latihan untuk mampu berdiam diri dan memikirkan apa-apa yang baik, benar dan indah sesuai dengan nasihat-nasihat firman Allah. Mari banjiri pikiran dan hati kita dengan kasih Allah, sehingga kata-kata yang terucap pun memberikan dampak yang baik bagi yang mendengarnya.
REFLEKSI:
Mengarahkan pikiran dan hati pada kebaikan Kristus.
Mzm. 63:2-9; Yes. 5:1-7; Luk. 6:43-45