DAMAI SEJAHTERA KRISTUS
Yohanes 20:19-31
“Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu.” (Yoh. 20:21)
“Kalau Tuhan memberi damai sejahtera, mengapa saya tetap miskin? Mengapa orangtua saya sakitnya tidak kunjung sembuh? Jangan-jangan, saya tidak menerima damai sejahtera-Nya sehingga hidup saya masih susah?” Pertanyaan-pertanyaan demikian kadang dilontarkan oleh orang-orang Kristen yang hidupnya sedang bergumul. Mereka mengira kalau damai sejahtera Tuhan mereka terima, maka hidup mereka lepas dari pergumulan, kesulitan dan masalah. Benarkah begitu? Tentu saja tidak!
Setelah kebangkitan Yesus, para murid takut terhadap orang Yahudi. Itu sebab mereka berkumpul dengan pintu yang terkunci. Saat itulah Yesus hadir di tengah-tengah mereka dan berkata, ”Damai sejahtera bagi kamu” (ay. 19, 21). Apakah setelah itu, mereka tidak lagi menghadapi bahaya dari orang Yahudi yang membenci mereka? Tentu saja masih. Menerima damai sejahtera Kristus, bukan berarti bebas dari masalah. Damai sejahtera Kristus adalah kondisi yang dialami seseorang ketika dirinya bersama-sama Kristus yang bangkit. Itu berarti, bisa saja ia bergumul atau sakit, namun tetap mengalami damai sejahtera Kristus. Ia melewati sakit dan pergumulan itu bersama Kristus.
Kondisi hidup kita mungkin tidak baik. Masalah kita masih ada, harapan kita belum terwujud, sakit kita belum sembuh. Tetapi kalau itu kita jalani bersama Yesus yang bangkit, maka kita akan mengalami damai sejahtera-Nya. Tetap damai walau ada masalah!
DOA:
Ya Tuhan, mampukan kami menjalani hidup bersama-Mu, sehingga kami mengalami damai sejahtera-Mu. Amin.
Kis. 5:27-32; Mzm. 118:14-29/Mzm. 150; Why. 1:4-8; Yoh. 20:19-31