DAMAI DALAM PENDERITAAN
Wahyu 1:9-20
Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia …. (Why. 1:13)
Ada seorang anak kecil yang trauma terhadap suara guntur. Setiap kali hujan, anak itu selalu menangis keras. Terlebih lagi jika mulai terdengar bunyi guntur, tangisnya akan semakin keras. Tetapi jika Ayahnya ada di rumah, anak itu tidak menangis walaupun ada suara guntur yang keras. Dia hanya akan mendekat kepada ayahnya dan menutup telinga setiap ada kilat yang bercahaya.
Yohanes, penulis kitab Wahyu, berada di pembuangan di daerah Patmos. Jemaat saat itu juga mengalami penganiayaan besar dari kaisar Roma yang kejam. Surat Wahyu ditulis untuk menguatkan jemaat-jemaat tersebut. Yohanes menjelaskan dengan bahasa simbolis. Ada tujuh kaki dian dari emas (ay. 12). Kaki dian dari emas ini adalah ketujuh jemaat yang mengalami penganiayaan. Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia dengan penggambaran yang berwibawa (ay. 13-16). Ini adalah diri Yesus Kristus. Tuhan menyampaikan kepada Yohanes bahwa jemaat-jemaat yang mengalami penganiayaan itu disertai oleh Tuhan Yesus. Dia adalah pribadi yang berkuasa atas hidup dan maut, yang Awal dan yang Akhir (ay. 17-18). Meyakini hal tersebut mestinya membuat jemaat-jemaat tenang.
Itu juga yang perlu kita yakini saat bergumul. Kita memang tidak bisa melihat Tuhan dengan mata jasmani. Tetapi Ia adalah Tuhan yang berkuasa dan menyertai, sehingga kita bisa tetap tenang ketika bergumul.
DOA:
Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu hadir dalam hidup kami. Amin.
Mzm. 122; Est. 7:1-10; Why. 1:9-20