29 December 2018 / Renungan Harian

Cita - Cita


media

Cita-Cita
1 Tawarikh 28:1-10

“… sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu ….” (1Taw. 28:9)

Dalam sebuah pembinaan, saya bertanya berapa banyak orang yang pekerjaan saat ini sesuai dengan cita-cita awal mereka. Kurang dari 10% orang yang mengangkat tangan pada saat itu. Beberapa orang mengatakan bahwa cita-cita mereka bahkan jauh berbeda dari hidup mereka sekarang. Seorang bapak mengatakan bahwa dia bercita-cita untuk menjadi seorang guru, tetapi kini ia bekerja di bagian keuangan sebuah perusahaan, padahal dulunya dia tak pandai mengatur uang, apalagi uang orang lain. Ya, tak semua jalan hidup kita sesuai dengan cita-cita kita. Tetapi kita meyakini bahwa jalan hidup kita berada dalam tangan Tuhan yang membentuk semua menjadi indah pada waktunya, bukan?

Cita-cita Daud tidak kesampaian, yaitu membangun Bait Allah. Tuhan tak mengizinkan Daud melakukannya. Tuhan mengizinkan Salomo, anaknya, yang boleh membangun Bait Allah. Walau demikian, Daud tak marah kepada Tuhan. Daud menyadari bahwa Tuhan berkuasa mengatur segalanya. Bahkan, Daud dapat memiliki waktu untuk mengumpulkan berbagai barang, dana, dan material yang diperlukan oleh Salomo nanti. Dalam pesan terakhir Daud kepada Salomo, Daud menegaskan betapa pentingnya untuk selalu menuruti apa yang Tuhan perintahkan.

Tak semua hal berjalan seperti yang kita harapkan. Tetapi, hidup bersama Tuhan selalu indah. Marilah menuruti perintah Tuhan dengan baik, maka cita-cita kita pun diubah menjadi lebih baik oleh Tuhan.


 

DOA:

Tuhan, terima kasih untuk semua hal yang terjadi dan tak terjadi dalam hidup kami. Amin.

Mzm. 147:12-20; 1Taw. 28:1-10; 1Kor. 3:10-17

Latest ARTICLE