Bukan Sekedar Janji
Lukas 4:14-21
“… Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin ….” (Luk. 4:18)
Selalu saja ada janji manis ditebar pada musim kampanye. Pendidikan gratis, upah buruh bakal naik, lapangan kerja tersedia banyak, tata kota dan transportasi diperbaiki, bahan-bahan kebutuhan pokok mudah didapat dengan harga murah, dan lain-lain. Pendek kata kemakmuran dan kehidupan yang lebih baik akan tercipta. Namun, setelah pemimpin baru terpilih nyatanya tidak banyak berubah. Antara janji dan kenyataan jauh panggang dari api.
Di Galilea, Yesus tampil sebagai pengkhotbah yang mengajar di sinagoge. Suatu kali Ia mengutip Yesaya 61:1-2 yang berisi kabar keselamatan Allah bagi Sion. Ia menyatakan bahwa kedatangan-Nya dalam dunia adalah untuk memenuhi nubuat nabi Yesaya tersebut. Ia diutus untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, pembebasan bagi orang-orang tertindas, dan memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang. Inilah yang disebut program pelayanan Yesus.
Yesus berbeda dari kebanyakan tokoh politik. Ia tidak hanya sekadar obral janji. Dalam hidup-Nya kata dan perbuatan itu menyatu. Ia mewujudkan kabar baik itu dalam setiap gerak hidup-Nya, kendati untuk itu nantinya harus dibayar dengan kesengsaraan, bahkan kematian yang mengerikan. Kita sebagai pengikut-Nya juga terpanggil untuk mewartakan kabar baik. Tentu saja tidak cukup hanya melalui kata.
REFLEKSI:
Kabar baik tidak cukup dibicarakan, ia harus mewujud dalam karya dan karsa.
Neh. 8:2-4,6-7, 9-11; Mzm. 19; 1Kor. 12:12-31a; Luk. 4:14-21