(Luk. 16:13)

">


22 September 2019 / Renungan Harian

BUKAN HAMBA, TETAPI TUAN


media

Lukas 16:1-13

"Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." (Luk. 16:13)

Donald Robert Perry Marquis (1878-1937), jurnalis yang gemar menulis novel pernah menyatakan bahwa tidak ada hal yang sedemikian membentuk kebiasaan orang selain uang. Uang memiliki kuasa atau kekuatan yang dapat memengaruhi pikiran, perkataan, dan perbuatan manusia. Orang dapat melakukan kejahatan, misalnya mencuri atau membunuh, karena pengaruh uang. Pada dasarnya uang adalah alat saja bagi kehidupan manusia. Namun, agaknya masih banyak orang menjadikan uang sebagai “tujuan,” sehingga perilaku terpengaruh, bahkan terubahkan oleh uang. Di sini, uang sebagai tujuan telah menjadi tuan atas orang tersebut.

Bacaan Injil Lukas hari ini mau mengajak kita untuk memikirkan kembali bagaimana sikap kita seharusnya terhadap Mamon. Mamon adalah istilah yang menunjuk kepada harta kekayaan, termasuk uang yang memiliki kuasa atau kekuatan yang dapat memengaruhi perilaku manusia. Biasanya kuasa Mamon itu dipandang jahat karena mampu memengaruhi perilaku orang, sehingga ia berbuat jahat. Namun, jika kita mencermati baik-baik bacaan Injil hari ini, maka kita mengetahui bahwa kuasa jahat Mamon itu akan aktif ketika orang menjadi hamba dari Mamon.

Oleh karena itu, kita seharusnya menjadi tuan atas Mamon, bukan sebaliknya. Di hadapan Allah, kita adalah hamba. Kita mau memuliakan Allah di sepanjang hidup kita, termasuk dengan memakai harta kekayaan kita, karena kita adalah hamba-Nya dan tuan atas harta kita.

REFLEKSI: Harta kekayaan, termasuk uang, adalah alat yang baik untuk memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi sesama kita.

Am. 8:4-7; Mzm. 113; 1Tim. 2:1-7; Luk. 16:1-13

Latest ARTICLE