31 August 2019 / Renungan Harian

BESAR ITU MELAYANI


media

Matius 20:20-28

“... sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mat. 20:28)

Ada seorang profesor yang sombong dengan keilmuannya. Satu hari ia naik sebuah perahu di tengah danau. Ia lalu menyombongkan diri dan ilmu yang dimilikinya kepada pemilik perahu. Tentu saja si pemilik perahu yang tidak sekolah tidak tahu semua itu. Profesor menghina pemilik perahu itu, “Kamu akan mati karena kebodohanmu!” Tiba-tiba, di tengah kesombongan itu, perahu bocor dan semakin serius kebocorannya. Air masuk memenuhi perahu. Pemilik perahu melompat ke air dan bertanya pada profesor, “apakah Anda bisa berenang?” Profesor menjawab, “Tidak bisa!” Pemilik perahu lantas berkata, “Kamu akan mati karena kebodohanmu!”

Memberi diri bukanlah hal mudah. Sebagian orang ingin mendapat lebih banyak lagi untuk dirinya sendiri. Kelimpahan berkat (materi, jabatan, karier, kepandaian, dan lain-lain) sering membuat manusia menjadi sombong. Yesus mengajar kita melalui jawabannya terhadap permohonan ibu anak-anak Zebedeus (ay. 21) bahwa menjadi besar dan utama bukanlah menerima posisi, tetapi memberi diri (ay. 26-27). Apa arti sebuah posisi di kanan atau di kiri? Lihatlah Yesus yang meninggalkan kemuliaan-Nya untuk menjadi hamba yang melayani (ay. 28).

Kemuliaan dalam hidup ini bukanlah menerima atau memiliki sesuatu untuk diri sendiri, tetapi memberi diri untuk Tuhan dan sesama. Mari belajar memberi diri seperti Yesus memberi diri-Nya dalam pelayanan bagi kehidupan dan kemuliaan Allah.

DOA: Tuhan ajarlah saya suka memberi dan melayani, bukan hanya menjadi penerima dan terus menerima. Amin.

Mzm. 112; Ams. 21:1-4, 24-26; Mat. 20:20-28

Latest ARTICLE