BERUBAH DAN BERBUAH
Roma 2:1-11
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (Rm. 2:4)
Seorang sahabat saya memberikan nasihat begini, “Ketika jari telunjuk kamu menunjuk kepada orang lain, ingatlah bahwa tiga jari yang tertutup mengarah kepada dirimu. Jadi setiap kamu mencermati satu kesalahan dan kejahatan yang dilakukan oleh orang lain, segera periksa tiga kesalahan dan kejahatan yang telah kamu lakukan dalam hidupmu dan bertobatlah.” Nasihat sahabat saya itu masih saya ingat sampai sekarang untuk menolong saya menempuh proses perubahan hidup. Tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Bertobat berarti mengakui kelemahan dan memohon pertolongan Allah untuk memperbarui hidup kita dengan anugerah-Nya. Paulus mengingatkan kita untuk tidak menganggap sepi kekayaan kemurahan Allah. Kesabaran Allah tidak dimaksudkan supaya kita tetap tinggal dalam dosa, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk berubah dan berbuah. Kasih Allah tidak memandang bulu. Terhadap orang-orang yang tulus dan serius untuk melakukan langkah perubahan hidup, pendampingan Allah membuatnya tiba pada damai dan sejahtera. Sebaliknya, orang-orang yang menolak kasih dan tuntunan Allah, telah memilih untuk menempuh arah yang tidak jelas dan berakhir pada kebinasaan. Berhadapan dengan Allah, kita semua memiliki aib dan dosa. Biarlah dalam tuntunan kemurahan-Nya yang nyata dalam kasih Kristus, kita segera melakukan langkah-langkah pertobatan yang nyata.
REFLEKSI:
Segera mengakui dosa dan kesalahan di hadapan Allah dan sesama dan bertobat, lalu hidup dalam tuntunan-Nya.
Mzm. 39; Yer. 11:1-17; Rm. 2:1-11