18 October 2016 / Renungan Harian

Bertekun dan Bersabar


media

Bertekun dan Bersabar

Yakobus 5:7-12

Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun... (Yak.5:11)

Tidak sabar sering menambah persoalan. Kita mau kesulitan kita cepat selesai, tetapi yang terjadi sebaliknya, masalah makin runyam dan akhirnya kita makin menderita.

Dalam menantikan Tuhan Yesus kembali, Yakobus menasihati jemaatnya agar bertekun (ay.11). Kata "bertekun" (Yunani, Hupomone) menunjuk kepada ketabahan dalam situasi pencobaan apa pun yang kita hadapi tanpa kehilangan kepercayaan kepada Allah. Ketekunan ini bisa dikaitkan dengan sikap sabar, sabar dalam menjalani setiap proses. Yakobus mengajar kita soal bertekun menghadapi segala sesuatu dengan ilustrasi kehidupan petani. Seorang petani tidak segera memanen padi yang ditaburkannnya. Ia menunggu dalam sebuah proses panjang yang memakan waktu berbulan-bulan. Setelah menanam benih, ia merawat dengan memberikan pupuk, menghalau hama, memastikan kecukupan air, dan sebagainya. Semua proses yang dilalui harus dijalani dengan sabar sampai panen tiba. Bila saat panen, hasilnya mungkin tidak optimal atau bahkan gagal, ia mungkin kecewa dan sedih untuk beberapa saat, tetapi kemudian ia pun berusaha lagi.

Kita percaya Allah turut berkarya dalam seluruh proses kehidupan umat-Nya. Tugas kita adalah berupaya semampu kita untuk memelihara iman dengan bertekun dan bersabar dalam tiap pergumulan. Dalam ketekunan dan kesabaran, nantikanlah kedatangan Yesus kembali!

 


Doa:

Tuhan, dalam menantikan kedatangan-Mu kembali, beri kami kekuatan-Mu untuk bertekun dan bersabar menghadapi segala sesuatu. Amin.

 

Mzm.57; 1Sam.25:23-35; Yak.5:7-12

Latest ARTICLE