Roma 6:1-11
Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! (Rm.6:1-2)
Modal utama yang harus dimiliki seorang penggali sumur adalah ketekunan. Pada Galian pertama, tanahlah yang ditemui dan seorang pembuat sumur akan terus menggali. Setelah tanah dilewati, kita akan bertemu dengan batu-batu. Batu-batu itu harus digali dan kemudian bertemu dengan cadas. Cadas tidak boleh membuat usaha kita berhenti; kita harus terus menggali. Setelah cadas, lumpurlah yang ditemui dan membuat tubuh kotor. Namun, kita harus menggali terus hingga akhirnya kita menemukan air jernih!
Ketekunan jugalah yang harus dimilki oleh setiap orang yang percaya. Mereka berada dalam kondisi dan keadaan yang baru karena karya Tuhan sebagaimana yang dikatakan dalam Roma 6:6: "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa." Karya Tuhan itu haruslah ditanggapi dan disikapi dengan yang tepat, yaitu dengan ketekunan untuk mengusahakan dan menghasilkan kehidupan yang baru dan baik, bukan malah tekun dalam berbuat dosa dan hidup dalam kecemaran (ay.1).
Dunia saat ini banyak menggoda orang percaya untuk lupa bahwa mereka telah diselamatkan oleh Tuhan sehingga mereka juga lalai untuk menghasilkan karya indah melalui hidup baru yang telah disediakan Tuhan. Jangan sampai hal itu terjadi pada diri kita! Hiduplah dalam ketekunan yang memancarkan hidup baru!
Refleksi:
Bertekun dalam kebaikan adalah buah dari keselamatan yang telah kita terima dalam Tuhan Yesus Kristus.
Mzm.124; Kej.8:1-19; Rm.6:1-11