(Luk.17:17)

">


09 October 2016 / Renungan Harian

Bersyukur


media

Bersyukur

Lukas 17:11-19

Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?" (Luk.17:17)

Coba perhatikan suasana di rumah makan! Disana ada para pelayan mondar-mandir melayani pelanggan. Dari sekian banyak pelanggan, berapa banyak yang mengucapkan terima kasih setelah dilayani? Apa sulitnya berterima kasih? Itu memang menjadi sulit jika kita merasa bahwa semua itu berhak kita terima.

Saat bertemu Yesus, sepuluh orang kusta memohon kepada-Nya agar mereka memperoleh kasih Yesus melalui kesembuhan. Permohonan mereka dipenuhi Yesus dengan cara yang unik. Yesus menyuruh mereka pergi dan memperlihatkan diri kepada para imam. Di tengah perjalanan, mereka menjadi tahir. Namun, setelah mereka tahir, sembilan orang pergi entah kemana, sedangkan yang seorang kembali menjumpai Yesus untuk berterima kasih. Orang yang kembali itu adalah seorang Samaria, yang dianggap orang berdosa oleh umat Israel. Mungkin sembilan orang Israel itu berpikir, "Oh, berkat Tuhan memang adalah hak milikku!"

Seringkali kita pun beranggapan bahwa kita layak untuk menerima pertolongan dan kasih Tuhan. Setelah menerimanya, biasanya kita lupa bersyukur. Saat bangun tidur dan masih diberi napas, kita sering lupa bersyukur. Seakan-akan Tuhan berkewajiban memberikan semua yang kita butuhkan dan kita berhak menerima semua itu. Padahal, bersyukur layak diutarakan kepada Tuhan yang mengasihi kita.

 


Doa:

Tuhan, kami ingin bersyukur atas semua berkat yang sebenarnya tidak layak kami dapatkan. Amin.

 

2Raj.5:1-3, 7-15c; Mzm.111; 2Tim.2:8-15; Luk.17:11-19

Latest ARTICLE