11 November 2016 / Renungan Harian

Bersyukur karena Orang Lain


media

Bersyukur karena Orang Lain

2 Tesalonika 1:3-12

Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu... (2Tes.1:3)

"Saya bersyukur karena tetangga saya punya panci baru sehingga ia bisa memasak untuk anak-anaknya dan saya juga bersyukur karena tetangga yang lain dikaruniai bayi dalam keluarga mereka." Demikian kata seorang ibu ketika ia berkumpul dengan teman-teman arisannya. Hal seperti itu jarang terjadi karena pada umumnya orang bersyukur atas apa yang mereka alami sendiri dan bukan atas apa yang orang lain alami.

Ciri pribadi yang makin dewasa adalah mampu bersyukur atau berterima kasih kepada Tuhan atas kebaikan yang juga dialami orang lain dan bukan hanya diri sendiri. Hal itulah yang ditunjukkan Rasul Paulus, Silwanus, dan Timotius ketika menyapa jemaat di Tesalonika. Mereka bersyukur atas hal baik yang dialami jemaat di Tesalonika. Kebaikan apa yang muncul dalam jemaat di Tesalonika? Pertama, iman yang makin bertambah. Kedua, kasih yang makin kuat diantara mereka (ay.3). Dua hal itu terjadi justru di tengah-tengah penganiayaan dan penindasan yang mereka hadapi (ay.4, 6). Sehingga dengan kebaikan-kebaikan yang nyata tersebut, jemaat di Tesalonika dikatakan layak menjadi warga Kerajaan Allah (ay.5).

Kita seharusnya tidak hanya bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidup kita dan tidak peduli dengan orang lain. Dalam kehidupan bersama, kita seharusnya selalu bersyukur kepada Allah atas kebaikan yang dialami orang lain.

 


Refleksi:

Bersyukur menjadi lebih banyak jika apa yang terjadi pada orang lain juga kita syukuri.

 

Mzm.98; 2Sam.21:1-14; 2Tes.1:3-12

Latest ARTICLE