Roma 5:1-8
Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. (Rm. 5:3-4)
Pernahkah Anda merasakan penderitaan dalam hidup ini? Apa yang Anda rasakan? Mungkin Anda merasa sedih, bingung, atau tak berdaya. Namun, apakah Anda berdiam saja dalam suasana itu? Tentunya tidak, apalagi kita yakin bahwa Tuhan tidak membiarkan kita menderita. Ia akan memberi penghiburan dan pertolongan kepada kita. Masalahnya, tidak mudah bagi kita untuk memahami makna penderitaan dan pertolongan Tuhan itu.
Gambaran kehidupan yang penuh penderitaan juga tampak dalam kehidupan Rasul Paulus. Kepada jemaat di Roma, Paulus mengajak mereka untuk menghadapi tantangan dan kesulitan hidup. Ia mengajak mereka untuk bermegah dalam kesengsaraan karena kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan itu menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Jemaat di Roma diajak untuk memandang masalah yang berat sekalipun secara positif. Setiap masalah akan memberikan kekuatan jika kita tahan uji dan tetap berpengharapan.
Tuhan memang tidak menjanjikan hidup tanpa masalah. Tidak ada langit tanpa awan kelabu dan hujan. Tidak ada kerja keras tanpa rasa lelah. Tidak ada pembelajaran tanpa masalah. Tuhan mengajak kita melihat sisi baik dari kesengsaraan. Mari kita belajar bermegah bukan dalam kesuksesan saja, melainkan dalam kesengsaraan juga. Kesengsaraan itu akan menuntun kita kepada kesuksesan.
Doa:
Terima kasih, Tuhan, untuk setiap kekuatan yang Engkau berikan. Amin
Kel. 19:2-8a; Mzm. 100; Rm. 5:1-8; Mat. 9:35 - 10:8, (9-23)