Ibrani 11:1-12
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibr.11:1)
Makna iman adalah bersandar kepada apa yang tidak tergoyahkan. Dengan mengaminkannya, hidup orang beriman menjadi aman. Tidak mengherankan jika kata "iman" masih serumpun dengan kata "amin" dan "aman".
Pertanyaannya: apa atau siapa yang menjadi sandaran hidup yang tidak tergoyahkan itu? Banyak orang dengan mudah menjawab bahwa tempat bersandar sesungguhnya adalah Tuhan! Namun, benarkah demikian? Kenyataannya sering kali tidak seperti itu. Manusia sering memilih sandaran hidupnya pada uang dan kekuasaan. Uang dan kekuasaan mempunyai posisi tawar luar biasa sehingga banyak orang menggadaikan atau menukar imannya demi keduanya.
Firman Tuhan mengatakan bahwa sandaran hidup sesungguhnya bukan pada apa yang kasat mata. "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr.11:1). Ternyata bukan yang kasat mata yang dapat menjamin hidup kita benar-benar aman. Kemarin kita belajar mengenai Herodes. Kurang apa Herodes? Ia pasti kaya dan berkuasa karena ia adalah seorang raja. Namun, jiwanya selalu gelisah dan merasa terancam. Ternyata kekayaan dan kekuasaan bukan syarat mutlak untuk menjadi bahagia. Sebaliknya, penulis Ibrani memberikan banyak contoh mengenai mereka yang dianggap sederhana dan mengandalkan diri sepenuhnya kepada Tuhan; merekalah yang menikmati damai sejahtera!
Refleksi:
Hati yang melekat pada materi dan kekuasaan membuat kita gelisah. Hanya dekat dengan-Nya membuat kita tenang.
Mzm.20; Kej.12:1-7; Ibr.11:1-12