(Luk.19:17)

">


02 November 2016 / Renungan Harian

Berpikir Positif


media

Berpikir Positif

Lukas 19:11-27

"Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik..." (Luk.19:17)

Seorang sales sepatu ditugaskan untuk menjual sepatu ke suatu desa terpencil. Ketika sampai di desa itu, ia terkejut karena tidak seorang pun penduduk desa menggunakan alas kaki. Ia sangat pesimis dan segera ia mengirim kabar kepada atasannya, "Tidak ada harapan. Tidak ada orang yang bersepatu!" Kemudian ia segera pulang dengan kegagalan. Pada bulan berikutnya perusahaan mengutus sales lain untuk pergi ke desa itu. Sesampainya disana, ia segera mengirim kabar kepada atasannya: "Harapan besar. Tidak ada orang yang bersepatu!" Akhirnya, ia sukses menjual sepatu.

Daerahnya sama, barangnya sama, pekerjaannya sama. Jadi, apa yang membedakan dua orang itu sehingga yang satu gagal dan yang satu sukses? Perbedaannya adalah cara berpikirnya. Orang pertama berpikir negatif (pesimis) sedangkan orang kedua berpikir positif (optimis). Tampaknya itu juga yang membedakan hamba yang dikecam (ay.22) dan hamba yang dipuji (ay.17-19). Hamba yang dikecam memiliki penilaian buruk terhadap majikannya sehingga di dalam benaknya tidak ada keinginan untuk menyenangkan tuannya. Katanya, "Tuan adalah manusia yang keras" (ay.21). Sedangkan hamba yang dipuji adalah mereka yang berupaya sungguh dan giat menyenangkan sang tuan.

Hamba seperti apakah kita? Hamba negatif yang melihat kesulitan dalam kesempatan atau hamba positif yang melihat kesempatan dalam kesulitan?

 


Refleksi:

Sikap manakah yang mewarnai hidup anda: negatif atau positif?

 

Mzm.50; Am.5:12-24; Luk.19:11-27

Latest ARTICLE