24 June 2019 / Renungan Harian

BERMEGAHLAH DI DALAM TUHAN


media

BERMEGAHLAH DI DALAM TUHAN

1 Korintus 1:18-31

Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” (1Kor. 1:31)

Dalam novel Silence (1996), karangan Shusaku Endo, tokoh Pastor Rodrigues diperhadapkan pada pertanyaan ”di manakah Tuhan ketika umat-Nya berseru kepada-Nya?” Pertanyaan ini muncul setelah ia menyaksikan sendiri orang-orang Kristen disiksa dengan cara yang keji agar mereka mengingkari iman Kristianinya. Pada gilirannya, Rodrigues pun harus berhadapan dengan siksaan yang keji itu. Ia diminta menyangkali iman Kristianinya. Ia dipaksa untuk menginjak lempengan bergambar Yesus. Dengan tubuh bergetar menahan siksa, ia berseru, “Tuhan, aku benci kebungkaman-Mu!” Setelah beberapa saat diam, sang Pastor berucap lirih, “Andaipun Tuhan bungkam selama ini, kehidupanku telah cukup berbicara tentang Dia.”

Pesan yang disampaikan Rasul Paulus ini menjawab hikmat manusia yang berpandangan bahwa penderitaan adalah hukuman dari dosa dan ketidakadilan Allah bagi orang Kristen yang saleh. Hikmat Allah melalui penderitaan dan salib yang Yesus alami, ialah Yesus, seorang yang tidak berdosa, menanggung segala dosa manusia dan setia pada iman-Nya kepada Allah sampai akhir.

Bahagia dan penderitaan seperti anjing dan kucing, selalu dipertentangkan dalam hidup beriman. Kita yang memiliki iman kepada Allah diajak untuk setia mengikuti kehendak Allah sampai akhir, bukan menimbang-nimbang bahagia dan penderitaan yang datang pada kita. Milikilah hikmat Allah untuk tetap bahagia walaupun menderita. Barangsiapa bermegah, bermegahlah di dalam Tuhan.

DOA:

Allah Bapa yang penuh kasih karunia, ajarlah kami bermegah di dalam Engkau, baik saat bahagia maupun kala menderita.

Mzm. 64; Ayb. 18:1-21; 1Kor. 1:18-31

Latest ARTICLE