Mazmur 20
Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. (Mzm. 20:8)
“Hati yang tulus ikhlas punya sinar dan kekuatan yang dahsyat, meskipun ribuan mata tidak melihatnya,” demikian bunyi sebuah ungkapan yang hendak menegaskan bahwa orang yang tulus ikhlas, tujuan hidupnya adalah untuk memuliakan Tuhan. Ia akan terus memuliakan Tuhan, meski secara jasmani ia susah dan menderita.
Mazmur yang kita baca berisikan doa untuk raja. Apa saja isinya? Harapan agar Tuhan menjawab raja pada saat kesesakan, menerima persembahan raja, memberikan kepada raja apa yang dikehendakinya (ay. 2-4). Kemudian, pemazmur mengungkapkan keyakinannya bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada raja, pribadi yang diurapi-Nya (ay. 7). Keyakinan ini membuat pemazmur mengajak umat untuk tulus ikhlas kepada Tuhan. Wujudnya dengan bergantung kepada Tuhan, bukan kepada kereta, kuda atau hal-hal duniawi (ay. 7). Dengan mengatakan itu, pemazmur hendak menegaskan bahwa raja perlu terus memuliakan Tuhan, walau tidak memiliki hal-hal yang dilihat mata, seperti kereta, kuda, pasukan dan senjata.
Yesus adalah Raja yang sempurna. Ia memiliki hati yang tulus ikhlas dalam memuliakan Allah Bapa. Itu sebabnya walau menurut mata manusia Ia menderita, pada akhirnya Ia mendapat kemuliaan. Jika kita mengikuti teladan-Nya, kita juga pasti akan merasakan bahwa memuliakan Tuhan itu tidak sia-sia, walaupun dengan melakukan itu kita bisa susah dan menderita.
DOA: Ya Tuhan, mampukan kami bermegah di dalam-Mu sehingga kami dapat terus memuliakan nama-Mu. Amin.
Mzm. 20; Hak. 9:7-15; 1Yoh. 2:18-28