24 May 2019 / Renungan Harian

BERKAT HIKMAT


media

Amsal 2:6-8

Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. (Ams. 2:6)

Banyak orang yang memahami karya ilahi semata-mata dalam kaitannya dengan berkat-berkat material belaka. Misalnya, ketika kita tidak mempunyai cukup uang untuk membeli susu buat anak, lalu tiba-tiba saja ada orang yang memberi uang untuk membeli susu, maka di situlah kita merasa Tuhan melakukan karya-Nya dalam kehidupan kita. Atau ketika sedang kebingungan mencari tempat kost, lalu tiba-tiba ada seorang teman yang menawari kita untuk tinggal bersama di rumahnya secara gratis, di situlah juga kita menyakini bahwa Tuhan melakukan perbuatan ajaib-Nya bagi kita.

Amsal mengajar kita untuk tidak hanya mengaitkan karya Tuhan dengan berkat-berkat material saja. Ada hal lain yang telah Tuhan lakukan bagi kita yang bahkan jauh lebih penting, yaitu memberi hikmat agar kita bisa berjalan di jalan yang benar.

Tanpa hikmat, maka seorang berpengetahuan luas bisa menjadi penjahat. Tanpa hikmat, maka seorang pebisnis lihai bisa menjadi penipu ulung. Tanpa hikmat, maka seorang penguasa dengan pendidikan yang tinggi bisa menjadi penindas rakyatnya sendiri.

Hikmat adalah berkat Tuhan bagi kita agar kita bisa berlaku “jujur” (dalam bahasa aslinya “lurus”) dan “tidak bercela” (dalam bahasa aslinya “berjalan dalam integritas”). Karya Tuhan yang patut kita syukuri dalam kehidupan kita tidak selalu terkait dengan hal-hal material. Hikmat juga merupakan karya ilahi yang patut kita syukuri.

REFLEKSI: Berdoalah bukan agar kekayaan kita bertambah, melainkan agar hikmat kita berlimpah-limpah.

Mzm. 67; Ams. 2:6-8; Kis. 16:1-8

Latest ARTICLE