2 Petrus 1:1-11
Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan... (2Ptr.1:5)
"Tak ada keberhasilan tanpa perjuangan." Moto itu seharusnya tidak hanya dimiliki para pebisnis ulung, tetapi juga setiap orang. Perjuangan adalah usaha tanpa henti sekalipun penuh kesukaran. Hal itu juga berlaku dalam hal menumbuhkan iman. Menumbuhkan iman bukanlah proses sekejap seperti orang bermain sulap. Iman bertumbuh lewat perjuangan keras tanpa henti, yang di dalamnya terjadi peperangan rohani melawan kedagingan.
Petrus mengajak kita untuk hidup bersungguh-sungguh di dalam iman. Sampai dua kali Petrus menggunakan kata "sungguh-sungguh" (ay.5, 10). Petrus mengatakan bahwa pengenalan akan Allah dan Yesus Tuhan kita akan melimpahi kita dengan kasih karunia dan damai sejahtera (ay.1:2). Pengenalan yang sungguh-sungguh akan Yesus memberi kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (ay.3). Pengenalan terhadap pribadi Yesus akan menolong kita mengembangkan karakter yang menunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki hubungan yang pribadi dengan-Nya (ay.5-8). Semua itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, butuh perjuangan, yang tanpa semua itu kita tidak akan berhasil.
"Hidup ini adalah perjuangan, menangkanlah!" Begitu kata orang bijak. Orang bijaksana akan berjuang dengan keras dan pantang menyerah. Orang beriman yang bijaksana akan berupaya mengenal Yesus lebih dalam di setiap perjuangan dan kerja kerasnya.
Doa:
Tuhan, kami mau bersungguh-sungguh dalam perjuangan iman kami. Amin.
Mzm.32:1-7; Ayb.22:21 - 23:17; 2Ptr.1:1-11