Lukas 13:22-31
“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Luk. 13:24)
">
Berjuang Masuk Pintu Yang Sesak
Lukas 13:22-31
“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu!” (Luk. 13:24)
Saya ingat, sewaktu menerima peneguhan pengakuan percaya/sidi dahulu, dalam khotbahnya, Pendeta yang melayani kami mengingatkan bahwa perjalanan mengikut Yesus masih panjang. Akan ada jalan mendaki. Akan ada angin yang kencang. Akan ada jalan menurun yang terjal. Saya dan kawan-kawan yang menerima pelayanan itu diingatkan untuk tidak menyerah menghadapi semua itu. Terus ikuti jejak Kristus. Terus berjuang sampai akhir menutup mata.
Iman dan perbuatan harus berjalan beriringan. Tidak cukup hanya memahami, mengenal dan mengagumi keajaiban yang dikerjakan oleh Yesus. Perjuangan untuk ‘masuk melalui pintu yang sesak’ adalah arahan yang jelas bagi setiap orang yang hendak mengikut Yesus untuk ikut serta mengerjakan apa yang sudah Yesus kerjakan dengan sungguh-sungguh. Memang tidak mudah, tetapi tidak mustahil. Kelak tiba saatnya ‘pintu akan ditutup’. Selagi ‘pintu terbuka’ setiap orang diundang untuk datang dan masuk melalui pintu itu.
Tuhan Yesus blak-blakan menjelaskan bahwa memberlakukan pengajaran-Nya memang membutuhkan daya upaya yang tidak kecil. Bukankah apa pun yang berkualitas memang membutuhkan kerja keras? Begitu juga dengan hidup beriman. Pada akhirnya tindakan-tindakan iman yang nyata lebih berbicara dengan sendirinya di hadapan Allah, ketimbang pengakuan iman yang lantang namun kerdil, sebab tanpa diikuti tindakan perjuangan iman yang tulus dan setia.
REFLEKSI:
Memberlakukan ajaran Kristus apa pun resikonya adalah pilihan iman yang berujung pada kebahagiaan.
Mzm. 105:1-15 [16-41] 42; 2Taw. 20:1-22; Luk. 13:22-31