Berinisiatif dan Proaktif
Markus 10:46-52
Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” (Mrk. 10:51)
Jeanne d’Arc adalah seorang gadis Perancis yang menjadi saksi penderitaan banyak orang akibat peperangan. Di usia yang masih muda, ia berinisiatif menjadi tentara untuk ikut membebaskan mereka yang menderita. Pada usia 17 tahun ia menjadi pahlawan saat memimpin pasukan menaklukkan sebuah kelompok besar pasukan Inggris. Suatu hari, ia ditangkap oleh pasukan musuh dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup. Di tahun 1456 Paus Kallixtus III membuka kembali kasus Jeanne, membersihkan namanya sebagai seorang penjahat, dan pada tanggal 16 Mei 1920, Paus Benediktus XV mengangkat Jeanne menjadi seorang Santa.
Perubahan apa yang bisa terjadi pada seseorang yang buta? Markus 10:46-52 mencatat Bartimeus sebagai orang buta yang tidak menyerah. Ia mendengar tentang Yesus yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Maka, ketika ia mendengar bahwa Yesus melewati jalan di mana ia berada, ia bertindak, ia berteriak memanggil nama Yesus. Inisiatif Bartimeus membawa hasil. Yesus mendengarkan seruan Bartimeus dan melihat imannya sehingga Yesus berkenan menyembuhkannya.
Manusia harus memiliki inisiatif, seperti yang dimiliki Bartimeus. Meskipun inisiatif tidak selalu mendatangkan perubahan, namun harus disadari bahwa sebuah perubahan hanya akan terjadi bila ada inisiatif. Ada kalanya inisiatif kita tidak memberikan hasil, namun hal itu tidak boleh membuat kita berhenti menjadi orang yang inisiatif dan proaktif.
DOA:
Tuhan, jangan biarkan kami menjadi orang yang mudah menyerah. Berikanlah kami keberanian untuk memulai sesuatu. Amin.
Yer. 31:7-9; Mzm. 126; Ibr. 7:23-28; Mrk. 10:46-52