(Mat.5:24)

">


12 February 2017 / Renungan Harian

Berhentilah dan Berdamailah


media

Berhentilah dan Berdamailah

Matius 5:21-37

"...tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu..." (Mat.5:24)

Dalam buku Improving Your Serve: The Art of Unselfish Living, Charles R. Swindoll merumuskan jati diri pengikut Yesus yang melayani dengan istilah giver, forgiver, dan forgetter. Seorang pengikut Yesus yang melayani adalah seorang yang hidupnya rela memberi, mengampuni, dan melupakan.

Nasihat Tuhan Yesus dalam Matius 5:23-24 sangat jelas. Tatkala seseorang memiliki hubungan yang sedang bermasalah, ia harus segera berdamai. Bahkan, ketika ia sedang melakukan ritual keagamaan, ia harus berhenti dan pergi berdamai terlebih dahulu. Hubungan yang bermasalah bisa terjadi karena orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita atau sebaliknya. Entah kesalahan itu dilakukan oleh orang lain terhadap kita atau kita yang melakukannya kepada orang lain, pengikut Yesus dituntut untuk selalu menjadi inisiator terjadinya perdamaian.

Perdamaian yang dibawa Tuhan Yesus adalah hasil tindakan nyata melalui jalan pengampunan. Ia harus pergi, turun ke dunia, menghampiri orang-orang berdosa dalam keramahtamahan-Nya yang mengampuni. Bahkan, Ia kemudian mempersembahkan diri-Nya di salib untuk menjasdi tebusan yang mendamaikan manusia dan Allah. Jika untuk berdamai dengan menempuh jalan pengampunan itu terasa sulit, ingatlah perintah Tuhan dan ingatlah apa yang sudah dilakukan-Nya bagi kita, niscaya kita akan menemukan kekuatan baru untuk mengampuni.

 


Doa:

Bapa surgawi, tolonglah kami untuk dapat berdamai dengan jalan mengampuni. Amin

 

Ul.30:15-20; Mzm.119:1-8; 1Kor.3:1-9. Mat.5:21-37

Latest ARTICLE